Seperti biasa, setelah nongkrong agak lama di forum cloud yuk kita ulas lagi salah satu VPS dari provider pendatang, Dedirock.
Kali ini dapet deals dari Dedirock VPS dengan harga bikin merinding. Ini menjadi harga pembuka untuk penyedia lain buat banting harga (yes, dulu di forum sering muncul celetukan "wish for $7/y"). Nah sekarang langsung dapet beneran ada.
Selama deals berlangsung, harganya beneran 7 USD pertahun, kalo dalam rupiah waktu itu tagihan saya menunjukkan sekitar 120.000 rupiah. Nah ini ngga ada biaya tambahan seperti biaya setup atau VAT. Jadi 7 USD itu udah biaya final.
Terus harga segitu dapet apa? Harga segitu dapet:
- Processor : Intel(R) Xeon(R) CPU E5-2660 v2 @ 2.20GHz
- CPU cores : 1 @ 2199.998 MHz
- RAM : 1.9 GiB
- Swap : 2.0 GiB
- Disk : 30 GiB
Penasaran ngga sama performanya? nah akan saya ulas nih:
Di harga VPS 100 ribuan, biasanya ekspektasi itu simpel: asal hidup, nggak sering down, dan nggak bikin emosi. Tapi tetap saja, banyak VPS murah yang di atas kertas kelihatan oke, tapi begitu dipakai malah penuh kejutan—IO lemot, network ngaco, atau tiba-tiba reboot tanpa pamit.
Karena itu, saya cobain langsung VPS dari Dedirock.com di paket $7 USD (± Rp120.000) dan ngejalanin benchmark standar (YABS) plus dipakai harian beberapa hari.
Spesifikasi Singkat
- Harga: $7 USD / bulan- RAM: 2 GB
- Disk: 30 GB
- Virtualisasi: KVM
- OS: Debian 12 (Bookworm)
- Network: IPv4 & IPv6 aktif
- Lokasi: Buffalo, New York (US)
Performa CPU: Bukan Ngebut, Tapi Konsisten
CPU yang dipakai adalah Xeon E5-2660 v2—ini prosesor lama, jadi jangan berharap single-core performance tinggi. Geekbench 6 nunjukin skor 410 (single) dan 422 (multi). Angka ini jujur aja: standar, bahkan cenderung rendah kalau dibanding VPS modern.
Tapi poin pentingnya bukan di skor, melainkan konsistensi. Untuk:
- Worker background
- VPN / proxy
- Service internal
CPU ini masih layak dan stabil. Yang jelas, ini bukan VPS buat compile besar, CI/CD berat, atau database agresif.
Disk I/O: Di Atas Ekspektasi
Di kelas harga segini, disk justru jadi kejutan positif.
- Sequential read/write: 600–670 MB/s
Artinya? Ini bukan HDD dan bukan storage murahan. Kemungkinan besar NVMe sharing, tapi sharing yang masih manusiawi. Buat MySQL kecil, PostgreSQL ringan, atau Laravel/WordPress, performanya aman.
Tidak ada delay aneh, tidak ada “kok tiba-tiba lemot”.
Network: Salah Satu Nilai Jual Utama
Network Dedirock ini solid.
- Ke Singapore: 600–700 Mbps
- IPv6: aktif dan beneran jalan
Latency ke Indonesia memang tinggi (±240 ms ke SG), tapi itu murni karena lokasi server di US. Dari sisi bandwidth dan stabilitas, tidak ada drama.
Cocok buat:
- Sinkronisasi data
- Worker remote
- Service non-latency-critical
Stabilitas & Uptime
Selama pengujian:
- Tidak ada CPU spike misterius
- Tidak ada disk freeze
Uptime tembus 2+ hari tanpa gangguan. Untuk VPS murah, ini poin penting—karena yang murah biasanya justru sering bermasalah di sini.
Kekurangan yang Perlu Disadari
Biar adil, ini bukan VPS sempurna:
- Bukan buat workload berat
- Lokasi US only, latency ke Indo terasa
Kalau kebutuhan kamu berat tapi maksa di VPS ini, masalahnya bukan di providernya—tapi di ekspektasi kamu.
Kesimpulan
Dedirock di harga Rp120 ribuan itu tipikal VPS yang nggak neko-neko. Dia tidak menjanjikan performa gila, tapi juga tidak bohong soal apa yang dikasih.
Kalau lo:
- Paham kebutuhan sendiri
- Cari VPS murah tapi stabil
- Butuh network kencang, bukan CPU monster
Sejujurnya, saya pake VPS ini sebagai media tunneling ke berbagai server yang saya kelola, termasuk untuk relay connection backup production. Sejujurnya, saya cukup puas
Bagi yang mau, bisa pake link berikut berikut ya (bukan refferal)
Itu saja untuk saat ini, semoga bermanfaat ya.
Cheers!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih telah berkunjung.